Breaking News
Loading...
Selasa, 05 November 2013

Info Post
Buka facebook tengah malam. Masukin email en’ password lalu masuklah ke halaman beranda yang entah mengapa malam ini dipenuhi dengan status galau para penghuni dunia maya. Ada yang masang status kayak gini “Gue pengen punya pacar yang baik hati, pengertian dan tidak sombong”
Emmm… gue perhatiin banyak orang yang klo ditanya pengen punya pacar kayak gimana, pasti jawabnya kayak status diatas. Itu adalah jawaban yang sangat biasa-biasa saja dan sumpah nggak kreatif kreatif banget gitu loh!! Semua orang juga pengen yang kayak gitu kalle!! Yang lebih spesifik donk, misalnya: yang cool (alias kulkas), penyayang binatang (buaya contohnya “Buaya Darat” hihihi), orang yang berotot perut seperti martabak telor (sixpack coy!), seorang yang bersifat keibuan (haizz… tante-tante donk!!), seorang pujangga (ahsaddaaaapp!!), seorang musisi (ama pemain suling aja, pasti keren banget dech hihihi… :P ), ato yang kayak gimana keq… !!
Ketika mendengar kriteria pacar impian seperti itu, perhatian kebanyakan orang pasti akan langsung tertuju pada objek target “Siapakah orang yang baik hati, pengertian dan tidak sombong itu??”. Apa itu gue? Apa itu kamu? Orang disampingmu? Sopirmu? Tukang kebunmu? Anak tetangga sebelah? Anak kos dikamar depan? Ato mungkin penjual bakso berparas innocent yang sering mangkal depan kampus dan dengan sabar membiarkanmu berhutang 10 mangkok/hari.
Klo menurut gue orang yang baik hati, pengertian dan tidak sombong adalah “Orang yang Bernilai”. Tapi sepertinya ada yang salah dengan mereka yang pengen punya pacar seseorang yang bernilai. Hasil analisa gue menyimpulkan bahwa mereka adalah orang-orang egois yang selalu berharap menemukan seorang yang bernilai, tapi nggak mau melihat diri sendiri apakah mereka sudah menjadi seseorang yang bernilai atau tidak. Diri sendiri aja nggak bernilai trus pengen dapat pacar yang bernilai, nggak adil donk! Dasar bodoh!!
Belajar dari cerita menyedihkan dimasa lalu tentang kisah cinta pertama gue. Gue sadar bahwa gue nggak jadi yang terbaik. Kenyataannya adalah bahwa semua orang pasti mencari pilihan terbaik untuk hidupnya. Hidup itu singkat kawan! Daripada menghabiskan banyak waktu untuk mencari-cari siapakah orang yang terbaik untuk kita, bukankah lebih baik kita berpikir bagaimana menjadi yang terbaik untuk orang lain? Gue rasa akan lebih bijak jika kita berusaha menjadi yang terbaik agar kita bisa menjadi pilihan yang dicari-cari banyak orang. Dengan begitu kita nggak perlu mencari yang terbaik, biarkan mereka yang menemukan kita dan selanjutnya kita tinggal memilih yang terbaik dari mereka. Jadilah yang terbaik agar takdir bisa melihat bahwa kita juga pantas mendapatkan yang terbaik. Benner nggak? Hehehe… :D

0 komentar:

Posting Komentar