Hampir 600 hewan peliharaan dilaporkan mati dan lebih dari 3.600 hewan
lainnya masih sakit hingga Selasa (22/10/2013) waktu Amerika Serikat.
Pengawas kesehatan hewan AS belum dapat memastikan penyebab kematian
tersebut, tetapi menduga kasus tersebut terkait dengan makanan hewan
asal China.
Kasus terbanyak terjadi pada anjing semua keturunan,
usia, dan ukuran. Selain itu, kasus juga terjadi pada 10 kucing.
Sakitnya hewan-hewan tersebut dimulai setelah mereka mengonsumsi makanan
hewan dengan komposisi ayam, bebek, dan ubi.
Laju kasus tersebut
dilaporkan sudah melambat. Namun, pengawas makanan dan obat AS (FDA)
kini masih mencari bantuan ekstra dari dokter hewan dan pemilik hewan
untuk memecahkan misteri tersebut.
"Hingga kini, pemeriksaan
kontaminan (zat yang tidak pada tempatnya) dalam makanan hewan masih
belum menunjukkan penyebab penyakit. Karena itu, kami masih melakukan
penyidikan terhadap laporan penyakit ini pada anjing ataupun kucing,"
kata Martine Hartogensis, deputi direktur bagian kedokteran hewan FDA.
Jumlah
kematian bertambah sejak 500 kematian dan 3.200 kasus penyakit
dilaporkan pada Januari, tetapi lajunya menurun tajam. Diperkirakan, hal
itu terjadi lantaran pencabutan izin edar dua produk yang dinyatakan
mengandung antibiotik terlarang.
Sebelumnya, FDA tidak mengira
residu antibiotik merupakan masalah besar. Namun nyatanya, sejak tahun
2007, para pemilik hewan mulai melaporkan kasus penyakit pencernaan dan
ginjal yang dialami hewan peliharaan mereka setelah mengonsumsi sejumlah
produk makanan hewan.
Faktanya, FDA masih belum yakin dengan
sumber permasalahan yang memicu sejumlah laporan penyakit setelah
mengonsumsi makanan hewan dari China. "Kami masih melakukan sejumlah
pemeriksaan terhadap makanan tersebut," kata Hartogensis.
Kendal
Harr, dokter hewan bagian patologis klinis, mengatakan, tidak ada
kandungan spesifik yang menyebabkan penyakit dalam makanan hewan
tersebut. "Sepertinya ada kandungan yang tidak dianggap racun, tetapi
ternyata bersifat racun, meski belum diketahui apa," ujarnya.
Langkah
FDA selanjutnya adalah mengirimkan surat terbuka bagi dokter hewan
untuk melacak dan mengirimkan informasi detail tentang hewan yang sakit
karena makanan hewan, termasuk hasil pemeriksaan darah dan urine. Hal
itu semata untuk mengungkap penyebab sebenarnya dari penyakit tersebut.
Hartogensis
mengatakan, jika FDA tidak dapat menemukan kandungan yang terbukti
berbahaya dari produk, maka mereka tidak berwenang melakukan pencabutan
izin edar. Karena itu, dia hanya memperingatkan agar pemilik hewan lebih
waspadai lagi dalam memilih makanan hewan dan perubahan kesehatan yang
terjadi pada hewan mereka.
Misteri penyebab kematian 600 Hewan
Info Post
0 komentar:
Posting Komentar