Breaking News
Loading...
Jumat, 05 Agustus 2016

Info Post



Sejarah virus dan malware lainnya


Meskipun banyak pihak yang bersepakat bahwa worm dan trojan tidak dapat dikategorikan  sebagai  virus,  namun  dalam  sejarahnya,  penyampaian  riwayat perjalanan virus akan selalu disertai oleh cerita-cerita tentang kemunculan dan aksi- aksi  dari  malware  lainnya,  yaitu  worm  dan  trojan.  Hal  ini  memang  tidak  dapat dihindari karena kedua ‘makhluk’ tersebut lahir sebagai imbas dari kemampuan virus sendiri.


1981 : Virus Pertama di komputer (nenek moyang virus)

Pada tahun 1981, program yang bernama Elk Cloner muncul di komputer Apple II. Program ini (pada tahun ini istilah computer virus belum ditemukan) menampilkan enam baris kalimat di monitor komputer seperti berikut :
It will get on your disk

It will infiltrate your chips

Yes it’s Cloner!

It will stick to you like glue

It will modify ram too

Send in the cloner!



1983 : Dokumentasi computer virus pertama kali

Pada tahun 1983, ujicoba dokumentasi virus pertama kali dilakukan oleh Fred Cohen. Cohen  adalah  seorang  mahasiswa  S3  sekaligus  peneliti  yang  secara  teoretis  dan dengan  berbagai  eksperimen  ilmiahnya  mampu  memberikan  pengertian  dan pemahaman kepada dunia bahwa akan ada ‘makhluk baru’ di sekitar kita yang sangat potensial menjadi ‘pengacau’ di dalam perkembangan abad komputer dan telekomunikasi.


1986 : Virus pertama di PC

‘The Brain’ adalah nama untuk virus yang pertama kali diketahui menjangkiti  PC. Virus ini dibuat oleh dua orang bersaudara asal Pakistan, Basit and Amjad, pada tahun
1986. Virus ini menjangkiti disket yang dimasukkan pada PC bersistem operasi MS-

DOS. Seiap disket yang sudah terinfeksi akan memiliki volume label : © Brain ”.

‘The Brain’ juga kerap disebut sebagai virus stealth komputer yang pertama karena virus ini mampu menguasai tabel interrupt pada DOS (Interrupt interceptor). Virus ini berkemampuan  untuk  mengendalikan  instruksi-instruksi  level  DOS  dan  biasanya mereka tersembunyi sesuai namanya baik secara penuh ataupun ukurannya.


1987 : Virus menyerang ekstensi *.COM

Tahun ini merupakan tahunnya virus file. Varian ini secara khusus menyerang semua file yang berekstensi *.COM. File yang umum diserang adalah command.com dengan subyek penyerang bernama virus Lehigh. Selain menyerang *.COM, virus pada masa itu juga  telah  mampu  menyerang  file  .*EXE,  seperti  virus Suriv-02.  Selain  virus, worm juga tidak mau ketinggalan menyemarakkan serbuan virus ke sistem komputer ketika itu. Tercatat dalam sejarah bahwa pada tahun ini muncul istilah “The IBM Christmas   Worm”   sebagai   imbas  dari  banyaknya   mainframe   milik  IBM  yang terserang worm.


1988  :Virus  untuk  Macintosh,  worm  untuk  ARPANET,  antivirus  untuk  ‘the brain’
Pada tahun ini macintosh mulai terjangkit oleh virus yang bernama MacMag dan The Scores.  Itu  masih  termasuk  kabar  baik.  Kabar  buruknya  adalah  rontoknya  6000 komputer yang berada dalam jaringan ARPANET karena ulah ‘seekor’ worm karya Robert Morris (usianya baru 23 tahun ketika itu).


Worm-nya bekerja dengan cara menduplikasikan dirinya sendiri lalu mengendap di dalam  memori  komputer.  Lucunya,  worm  tersebut  ia  buat  hanya  karena  ingin membunuh  rasa bosan.  Akhirnya,  penjara  menjadi  rumahnya  selama  3 tahun  plus denda  sebesar  $ 10.000,00.  Kabar  buruk lainnya  adalah  lahirnya  ‘Jerussalem’  dan
‘Cascade’. Virus Jerussalem hanya aktif/hidup  pada tanggal 13 hari jum’at (Friday

The 13th) dan menginfeksi dua ekstensi sekaligus, yaitu .*EXE dan .*COM.



Hebatnya, semua komputer yang terinfeksi akan kehilangan program-program mereka jika dijalankan pada tanggal tersebut. Sementara cascade yang ditemukan oleh orang Jerman merupakan  virus pertama yang terenkripsi  (encrypted  virus) sehingga tidak

dapat diubah atau dihilangkan untuk zaman itu. Kecuali oleh orang yang mengetahui kode enkripsi-balik (decode) tentunya. Contohnya si pembuat virus itu sendiri.


1989 : Trojan AIDS dan Dark Avenger

Trojan AIDS menyebar sebagai program yang dapat menahan data informasi AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) di dalam komputer yang dijangkitinya. Mungkin berguna jika berada di hardisk para dokter maupun praktisi kesehatan, tapi lain masalahnya dengan matematikus maupun praktisi perbankan.


Pada bulan september tanggal 17, Washington Post melaporkan tentang sebuah virus yang mereka sebut dengan bahasa jurnalisnya : “virus yang hidup dan menghancurkan pada tanggal 13 hari jum’at telah kabur”. Virus ini bekerja layaknya Jerussalem, namanya adalah DataCrime. Model penyerangan gaya baru diperkenalkan oleh virus Dark Avenger. Virus ini dirancang untuk menghancurkan sistem komputer secara perlahan-lahan. Jadi, pada awalnya pengguna tidak akan menyadari bahwa komputer mereka terserang virus, hingga tiba saat waktunya komputer akan berjalan semakin lambat, lambat, dan lambat.


Pada bulan oktober di Israel muncul virus yang disebut Frodo. Virus ini merupakan virus yang diprogram untuk merusak harddisk (harddrive) yang berjalan pada tanggal
22 September atau setelahnya pada tahun berapapun.



1992 : Toolkit pembuat virus

The Dark Avenger Mutation Enginge (DAME) menjadi toolkit pembuat virus pertama yang dapat  mengubah  virus biasa  menjadi  virus polymorphic.  Selain  DAME  lahir juga  VCL  (Virus  Creation   laboratory)   yang  menjadi  perangkat   pembuat  virus pertama.  Pada  bulan  Maret  virus Michaelangelo  muncul,  berita-berita  yang disebarkan  oleh media mengenai  virus ini membuat  penjualan  antivirus  meningkat tajam. Statistik mencatat bahwa sudah ada sekitar 1300 virus pada tahun ini. Berarti meningkat 420% sejak bulan Desember 1990.


1993 : Virus yang baik dan Satan Bug

Cruncher sering dianggap sebagai virus yang baik karena ia mengkompres setiap file yang  diinfeksinya.  Jadi,  ia  dianggap  juga  sebagai  penyelamat  kapasitas  storage.

Sementara itu, di lain tempat sebuah kejutan besar terjadi. Sang pembuat virus The Satan  Bug  yang  penangkapannya  dilakukan  oleh  FBI  menggunakan  bantuan  para vendor antivirus ternyata hanyalah seorang anak kecil.


1994 : Good Times yang membuat bad times ; Hoax pertama

Good  Times  adalah  virus  yang  disebarkan  melalui  e-mail  dengan  subject  seperti namanya sendiri. Dalam isi pesannya ia menyebutkan bahwa hanya dengan membaca atau melihat pesan bersubject “good times” pada komputer maka isi hardisk dari komputer tersebut akan lenyap dan bahkan merusak processor. Setelah diuji dengan cermat, ternyata isi pesan tersebut hanyalah berita bohong (hoax) saja. Good times sejatinya hanyalah virus yang mereplikasikan dirinya laiknya virus-virus lain.


1995 : Windows 95 dan virus Macro pertama

Munculnya windows 95 banyak membuat vendor antivirus khawatir kalau nantinya produk mereka bakal tidak berfungsi lagi dan tidak ada yang membeli. Namun, virus macro pertama muncul, namanya Concept. Virus ini memang tidak menyerang DOS namun menyerang aplikasi word processor paling terkenal saat itu, yaitu MS-Word. Vendor antivirus bak mendapat buah simalakama, satu sisi mereka senang, sisi lain mereka tidak. Karena musuh mereka bertambah lagi.


1996 : virus untuk windows 95, linux, dan Excel

Setahun  setelah  kemunculannya,  Concept  semakin  populer  diseantero  dunia.  Ms Excel akhirnya juga kebagian virus dengan adanya Laroux. Tidak ketinggalan, virus Boza dan Staog menjadi virus pertama buat Windows 95 dan open source OS ; Linux. Setelah diusut ternyata pembuat Boza dan Staog adalah satu kelompok yang sama.


1998 : Virus Java, Back Orifice, dan Solar Sunrise

Strange Brew adalah virus yang menyerang file java untuk yang pertama kalinya, tapi daya rusaknya tidak terlalu ‘membanggakan’. Pada tahun ini trojan yang melegenda hingga sekarang, Back Orifice, merupakan tool kendali jarak jauh (remote administration) yang mengizinkan seseorang mengambil ahli komputer orang lain via jaringan,  baik jaringan  lokal  maupun  jaringan  internet.  Virus macro  untuk Access mulai muncul tahun ini juga.

Salah satu kejadian  yang paling menggemparkan  pada tahun ini adalah ketika dua orang remaja asal California berhasil menyusup dan mengendalikan sistem komputer milik  Departemen   pertahanan   USA,  kantor-kantor   pemerintahan,   dan  lembaga- lembaga swasta publik. Kecelakaan ini populer dengan istilah ‘Solar Sunrise’ karena OS yang banyak dipakai oleh komputer yang terserang tersebut adalah Sun Solaris. Selain itu, tahun ini juga merupakan tahun kemunculan Chernobyl, sebuah virus yang merusak sistem penyimpanan hardisk dan mampu mengacaukan sistem. Di Cina saja, kerugian mencapai 120 juta dollar AS.


Untungnya, virus ini hanya menyerang OS Windows dan tidak menyerang OS macam Unix  dan  Novell  Netware.  Jika  saja  kedua  OS  belakangan  juga  terinfeksi  maka kerugian yang terjadi bisa lebih besar karena Unix dan Netware banyak digunakan di sektor perbankan, pemerintahan, sekuritas, penerbangan, dan telekomunikasi.


1999 : Please welcome …… Melissa

Tahun ini benar-benar menjadi milik Melissa, virus macro yang memanfaatkan MS Word, Outlook Express dan jaringan internet dalam persebarannya. Melissa menjadi virus yang menyebar paling cepat dibanding virus-virus sebelumnya dan tentu saja menjadi katalis penjualan antivirus di seluruh dunia.


Bubble  Boy  muncul  dan menjadi  virus  pertama  yang  tidak  bergantung  pada  user untuk melakukan aksinya. Jadi, ketika seorang penerima attachment Bubble Boy ini membuka  program  mail  manager-nya  seperti  Ms  Outlook,  maka  sang  virus  tidak harus menunggu untuk dibuka dahulu file attachment-nya. Virus Corner muncul melengkapi deretan malware yang gemar menjangkiti prodik-produk Microsoft. Kali ini yang menjadi  sasaran  adalah  Ms Project.  Tristate  menjadi  virus pertama  yang mampu  menginfeksi  tiga varian  Ms  Office  sekaligus,  yaitu  Ms  Word,  Excel,  dan Power point.


2000 : waktunya katakan cinta dengan ‘I Love You’

Seorang pemuda Filipina diketahui sebagai pembuat virus ‘I Love You’. Modus kerja virus ini menyerupai Melissa tetapi lebih canggih dan lebih menghancurkan dibanding Melissa sendiri. Jika Melissa hanya mengambil 50 daftar e-mail yang ada di komputer yang terjangkiti  kemudian  mengirimkannya  kepada komputer  lain melalui internet,

maka I Love You tidak hanya mengambil 50, tetapi semua. Hebatnya lagi, semua informasi tentang e-mail yang diambil dari adress book komputer tersebut, seperti username   dan  password   akan   dikirimkan   ke  alamat   sang   penulis   virus.   Plus kemampuan menghapus file-file yang berekstensi *.MP3, *.MP2, dan *.JPG.


2001 : Kournikova, Code Red, dan Nimda

Virus  ‘Anna  Kournikova’  yang  menggunakan  gambar  petenis  muda  bersinar  dari Rusia sebagai umpannya bekerja dengan cara mengirimkan dirinya sendiri ke e-mail yang ada  di Adress  Book  Ms Outlook.  Munculnya  virus ini membuat  para analis security khawatir bahwa jangan-jangan  di luar sana para pembuat virus tidak perlu lagi harus bersusah payah untuk memikirkan algoritma yang rumit dalam proses pembuatan virus dikarenakan oleh tersedianya tool-tool pembuatan virus yang mudah didapat di internet. Code Red membuat dunia heboh ketika daya (resource) semua komputer  yang  berhasil  dijangkitinya  dapat  ia  gunakan  untuk  membuat  jatuhnya sistem  pada  website  gedung  putih  (White  House).  Kerugian  yang  dihasilkan  oleh virus ini di USA mencapai sekitar $ 2 Milyar. Padahal, komputer yang diserang oleh virus  tersebut  hanyalah  komputer  yang  menggunakan  windows  2000  server  dan windows NT sebagai OS-nya.


Tepat sehari setelah kejadian penghancuran gedung WTC pada 11 September 2001 muncullah Nimda. Virus ini dianggap sebagai salah satu virus yang paling pintar di dalam  riwayat  sejarah  virus  karena  ia  memiliki  lima  jenis  cara/metode   untuk menginfeksi sistem dan mereplikasi dirinya sendiri.
Pada  tahun  ini  sang  penulis  virus  Melissa,  David  L.  Smith  (33  tahun),  akhirnya berhasil  ditangkap  dan dimasukkan  ke penjara  federal  Amerika  Serikat  selama  20 tahun.


2002 : worm Klez dan para superstar

Klez, worm ganas yang menyebar melalui internet. Uniknya, setelah dia mengirimkan kopi dari dirinya sendiri kepada semua korbannya, yaitu semua e-mail yang berada dalam folder Ms Outlook, Klez kemudian membuat hidden Copy dari file asli yang dijangkitinya.  Selain  itu,  worm  populer  ini  juga  mampu  menonaktifkan  beberapa produk   antivirus   yang   sudah   terinstall   terlebih   dahulu   di   komputer   korban. Melanjutkan  sukses  virus  ‘Anna  kournikova’  yang  mampu  menghebohkan  dunia

maya  sebelumnya,  hadirlah  kemudian  beberapa  virus  yang  menggunakan   nama selebritis hollywood sebagai ‘detonator’-nya. Selebritis tersebut antara lain, Britney Spears, Shakira, dan Jennifer Lopez.


2003 : Slammer dan Sobig, lagi-lagi cacing, worm…

worm ‘Slammer’ sejatinya merupakan worm yang relatif ramah dan biasa-biasa saja. Namun, daya serangnya (penyebarannya) dan kecepatan duplikasinya (setiap 8,5 detik terjadi  replikasi)  benar-benar  mampu  mengguncang  dunia.  Dalam  waktu 10 menit sejak  kemunculannya,  ia  mampu  menginfeksi  75.000  komputer.  worm  ini mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada dunia bisnis, diantaranya adalah melumpuhnya   mesin-mesin   cash   milik   bank   sehingga   tidak   bisa   online   dan tertundanya  beberapa penerbangan  yang pengurusan  tiketnya  dikerjakan  oleh komputer yang telah terinfeksi.


Dan ternyata, Sobig juga worm. worm ini tercatat sebagai ‘cacing’ yang disukai oleh para spammer. Mengapa ? Karena Sobig dapat menjadikan setiap komputer yang ia jangkiti menjadi titik relay (tongkat estafet) bagi para spammer utnuk menyebarkan replika Sobig secara massal kepada korban yang akan dituju.


2004 : MyDoom, Netsky, Bagle, dan Sasser whoever win, we are lose !

MyDoom  alias  Novarg  dikenal  sebagai  virus  yang  menyebar  paling  cepat  dalam sejarah dunia virus, mengungguli Melissa yang populer pada tahun 1999. virus ini menyebar melalui e-mail dan software file sharing. Ia memikat calon korban dengan cara memberitahukan kepada mereka bahwa salah satu e-mail yang telah mereka kirimkan sebelumnya telah gagal terkirim. Hal ini merupakan sebuah trik cerdik nan sederhana untuk mengelabui para korban.


Motif sesungguhnya dari virus ini adalah sebagai alat bagi para hacker untuk melancarkan  serangan  DoS (Denial  of Service)  kepada  server komputer  SCO Inc. (Santa Cruz Operation), dan berhasil. Setelah serangan DoS terjadi, yaitu pada tanggal
1 September 2004, situs perusahaan yang dibenci kalangan open source ini sempat offline  beberapa  hari.  Saking  seriusnya,  SCO  rela  memberikan  reward  sebesar  $
250.000,00 bagi mereka yang mampu memberitahukan siapa dibalik pembuatan virus ini.

Sven Jaschan, remaja sekolah menengah asal Jerman mengaku menulis Sasser. worm ini tidak menyebabkan kerusakan teknis pada komputer, hanya saja ia mampu mengakibatkan beberapa komputer yang diinfeksinya menjadi lambat dan me-reboot dirinya sendiri tanpa dikehendaki oleh sang user. Tercatat, beberapa perusahaan besar menjadi korban worm ini. Seperti maskapai penerbangan kebanggaan Inggris, British Airways, Britain’s Coast Guard, RailCorp Australia, dan bahkan dua rumah sakit di Swedia  gagal  meng-online-kan  5000  komputer  mereka  karena  worm  ini.  Ketika ditanya oleh polisi Jerman mengenai motif dibalik pembuatan worm ini, Jaschan menjawab  bahwa  Sasser  ditulis  untuk  menghadapi  para  Spammer  yang  berada  di balik pembuatan Baggle dan MyDoom.


Netsky ditulis oleh Jaschan untuk menghadapi serangan spammer yang menggunakan Bagle dan MyDoom. Jadi ketika Bagle dan myDoom sedang mengeset aksinya untuk menjadikan setiap komputer yang diinfeksinya sebagai tempat pembuangan bulk mail, Netsky akan melakukan sebaliknya.

0 komentar:

Posting Komentar